Fokus pada satu tujuan dan percayalah pada dirimu bahwa kamu mampu meraihnya. You will when you believe.
Tampilkan postingan dengan label Biology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biology. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Mei 2014

Implantasi atau Nidasi

A.    Pengertian Implantasi/Nidasi
Nidasi/implantasi merupakan peristiwa masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium. Blastula dilindungi oleh simpai yang disebut trofoblas, yang mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai rongga rahim, jaringan endometrium dalam keadaan sekresi. Jaringan endometrium ini banyak mengandung sel-sel desidua.
Setelah terjadi fertilisasi, zigot mamalia yang terbentuk segera mengalami proses pembelahan di dalam oviduk. Selanjutnya blastula yang terdiri dari inner cell mass dan trophoblast akan mengalir ke dalam uterus. Pada manusia, perjalanan zigot yang berkembang di dalam oviduk adalah sekitar 5 hari. Setelah memasuki uterus, mula-mula blastosis terapung-apung di dalam lumen uterus. Selanjutnya, 6-7 hari setelah fertilisasi embrio mengadakan pertautan dengan dinding uterus untuk dapat berkembang ke tahap selanjutnya.
Blastula

Minggu, 29 Desember 2013

Gerak Tumbuhan Arabidopsis thaliana



Gerak yg dilakukan oleh bagian tumbuhan, terjadi sebagai hasil respon terhadap rangsangan dari luar atau  lingkungan terutama cahaya dan gravitasi. Berdasarkan timbulnya gerak, gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.   Gerak tumbuh
Gerak tumbuh terjadi karena adanya pertumbuhan, sehingga menimbulkan perubahan yang bersifat irreversibel.
2.   Gerak turgor
Gerak turgor terjadi karena perubahan turgor pada sel-sel tertentu dan bersifat reversible.
Berdasarkan pada potensi geraknya, gerak pada tumbuhan dibbedakan menjadi dua, yaitu:
1.   Gerak tropisme
Gerak tropisme merupakan gerak sebagai respon tumbuhan terhadap rangsangan dari luar dan arah geraknya ditentukan oleh arah datangnya rangsang. Dikatakan gerak tropisme positif apabila gerak tumbuhan searah dengan arah datangnya rangsang, dan dikatakan tropisme negatif bila arah gerak berlawanan dengan arah datangnya rangsang. Contohnya: fototropisme, gravitropisme, hydrotropisme, dan thigmotropisme.
2.   Gerak nasti
Gerak nasti merupakan gerak tumbuhan yang arah geraknya tidak ditentukan oleh arah datangnya rangsang. Contohnya: epinasti, hiponasti, niktinasti, seismonasti, dan termonasti.

Senin, 16 September 2013

Kromatografi


           Asam amino merupakan bagian stuktur protein dan menentukan banyak sifat yang penting. Glisin mereupakan asam amino pertama yang telah diisolasi dari hidrosilat protein, sedangkan treonin merupakan asam amino pembentuk potein yang dapat diisolasi paling akhir yang berasal dari hidrosilat fibrin (Wirahadikusumah, 1989).
            Pada asam amino terdapat tiga gugus yang reaktif yaitu gugus α-karboksil, gugus α-amino, dan gugus rantai samping (R). Ketiga gugus ini dapat diidentifikasi melalui uji spesifik, diantaranya adalah dengan uji ninhidrin, uji Edman, uji Sanger, dan sebagainya. Selain menggunakan uji spesifik yang berdasarkan ciri khas reaksi kimia asam amino, asam amino juga dapat diidentifikasi bahkan dapat dipisahkan dengan menggunakan metode tertentu.
            Beberapa metode analisis asam amino yang dapat digunakan untuk identifikasi dan pemisahan asam amino adalah metode gravimetric, kalorimetri, mikrobiologi, kromatografi dan elektroforesis. Salah satu metode yang banyak memperoleh pengembangan ialah metode kromatografi. Macam-macam kromatografi ialah kromatografi kertas, krometografi lapis tipis dan kromatografi penukar ion (Poedjiadi, 1994).
            Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran didasarkan atas perbedaan distribusi dari komponen-komponen campuran tersebut diantara dua fase, yaitu fase diam (padat atau cair) dan fase gerak (cair atau gas). Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa terdapat dua komponen penting dalam kromatografi yaitu fase diam (padat atau cair) dan fase gerak (cair atau gas).
            Kromatografi melibatkan pemisahan terhadap campuran berdasarkan perbedaan-perbedaan tertentu yang dimiliki oleh senyawanya. Perbedaan yang dapat dimanfaatkan meliputi kelarutan dalam berbagai pelarut serta sifat polar. Kromatografi biasanya terdiri dari fase diam (fase stasioner) dan fase gerak (fase mobile). Fase gerak membawa komponen suatu campuran melalui fase diam, dan fase diam akan berikatan dengan komponen tersebut dengan afinitas yang berbeda-beda. Jenis kromatografi yang berlainan bergantung pada perbedaan jenis fase, namun semua jenis kromatografi tersebut berdasar pada asas yang sama. (Bresnick, 2004).

Kamis, 29 Maret 2012

LOCAL WISDOM DI INDONESIA


LOCAL WISDOM DI INDONESIA

I. PENGERTIAN LOCAL WISDOM
Kearifan Lokal atau sering disebut Local Wisdom adalah semua bentuk pengetahuan, keyakinan, pemahaman, atau wawasan serta adat kebiasaan atau etika yang menuntun perilaku manusia dalam kehidupan di dalam komunitas ekologis (Keraf, 2002). Sedangkan menurut Gobyah, 2009 kearifan lokal didefinisikan sebagai kebenaran yang telah mentradisi atau ajeg dalam suatu daerah.
Dari kedua definisi tersebut maka local wisdom dapat diartikan sebagai nilai yang dianggap baik dan benar yang berlangsung secara turun-temurun dan dilaksanakan oleh masyarakat yang bersangkutan sebagai akibat dari adanya interaksi antara manusia dengan lingkungannya.

II. BENTUK-BENTUK LOCAL WISDOM
            Bentuk-bentuk kearifan lokal dalam masyarakat dapat berupa: nilai, norma, etika, kepercayaan, adat-istiadat, hukum adat, dan aturan-aturan khusus. Secara substansi kearifan lokal dapat berupa aturan mengenai:
1.      Kelembagaan dan sanksi sosial;
2.      Ketentuan tentang pemanfaatan ruang dan perkiraan musim untuk bercocok tanam;
3.      Pelestarian dan perlindungan terhadap kawasan sensitif;
4.      Bentuk adaptasi dan mitigasi tempat tinggal terhadap iklim, bencana atau ancaman lainnya.

Kamis, 16 Februari 2012

I. KEANEKARAGAMAN HAYATI (BIODIVERSITY) dan II. KLASIFIKASI (CLASSIFICATION)


       I.            KEANEKARAGAMAN HAYATI (BIODIVERSITY)
A.    Pengertian Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati adalah varasi atau perbedaan bentuk-bentuk makhluk hidup, meliputi perbedaan pada tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme, materi genetik yang di kandungnya, serta bentuk-bentuk ekosistem tempat hidup suatu makhluk hidup.

B.     Macam Keanekaragaman Hayati
1.      Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem
Dari semua variasi yang ada pada setiap tingkat jenis akan mempunyai tempat hidup yang berbeda, tempat hidup ini akan membentuk ekosistem yang berbeda pula. Contohnya : kelapa ekosistemnya di daerah pantai, siwalan ekosistemnya di daerah kering, aren ekosistemnya di daerah rawa.
2.      Keanekaragaman hayati tingkat jenis
Keanekaragaman yang menyebabkan variasi antarspesies, lebih mudah diamati karena perbedaan lebih menyolok. Contohnya : variasi famili Palmae antara lain kelapa; siwalan; aren dan pinang, variasi famili Graminae antara lain padi, gandum, tebu, dan jagung.
3.      Keanekaragaman hayati tingkat gen
Keanekaragaman yang menyebabkan variasi antarindividu yang masih berada dalam tingkat spesies yang sama. Contohnya : kelapa macamnya yaitu kelapa gading; kopyor; hidrid; dan kelapa hijau, mangga macamnya mangga tali jiwo; gadung; golek; dan arumanis, padi macamnya padi IR; sedani; wulu; dan kapuas.