A. Pengertian Implantasi/NidasiNidasi/implantasi merupakan peristiwa masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium. Blastula dilindungi oleh simpai yang disebut trofoblas, yang mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai rongga rahim, jaringan endometrium dalam keadaan sekresi. Jaringan endometrium ini banyak mengandung sel-sel desidua.Setelah terjadi fertilisasi, zigot mamalia yang terbentuk segera mengalami proses pembelahan di dalam oviduk. Selanjutnya blastula yang terdiri dari inner cell mass dan trophoblast akan mengalir ke dalam uterus. Pada manusia, perjalanan zigot yang berkembang di dalam oviduk adalah sekitar 5 hari. Setelah memasuki uterus, mula-mula blastosis terapung-apung di dalam lumen uterus. Selanjutnya, 6-7 hari setelah fertilisasi embrio mengadakan pertautan dengan dinding uterus untuk dapat berkembang ke tahap selanjutnya.
Blastula
Tampilkan postingan dengan label Biology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biology. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 10 Mei 2014
Implantasi atau Nidasi
Minggu, 29 Desember 2013
Gerak Tumbuhan Arabidopsis thaliana
Gerak yg dilakukan oleh bagian tumbuhan, terjadi sebagai hasil respon
terhadap rangsangan dari luar atau lingkungan
terutama cahaya dan gravitasi. Berdasarkan timbulnya gerak, gerak pada tumbuhan
dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.
Gerak tumbuh
Gerak
tumbuh terjadi karena adanya pertumbuhan, sehingga menimbulkan perubahan yang
bersifat irreversibel.
2.
Gerak turgor
Gerak turgor terjadi karena
perubahan turgor pada sel-sel tertentu dan bersifat reversible.
Berdasarkan pada potensi geraknya, gerak pada
tumbuhan dibbedakan menjadi dua, yaitu:
1.
Gerak tropisme
Gerak
tropisme merupakan gerak sebagai respon tumbuhan terhadap rangsangan dari luar
dan arah geraknya ditentukan oleh arah datangnya rangsang. Dikatakan gerak
tropisme positif apabila gerak tumbuhan searah dengan arah datangnya rangsang,
dan dikatakan tropisme negatif bila arah gerak berlawanan dengan arah datangnya
rangsang. Contohnya: fototropisme, gravitropisme, hydrotropisme, dan
thigmotropisme.
2.
Gerak nasti
Gerak nasti merupakan gerak
tumbuhan yang arah geraknya tidak ditentukan oleh arah datangnya rangsang.
Contohnya: epinasti, hiponasti, niktinasti, seismonasti, dan termonasti.
Senin, 16 September 2013
Kromatografi
Asam amino merupakan bagian stuktur protein dan
menentukan banyak sifat yang penting. Glisin mereupakan asam amino pertama yang
telah diisolasi dari hidrosilat protein, sedangkan treonin merupakan asam amino
pembentuk potein yang dapat diisolasi paling akhir yang berasal dari hidrosilat
fibrin (Wirahadikusumah, 1989).
Pada
asam amino terdapat tiga gugus yang reaktif yaitu gugus α-karboksil, gugus
α-amino, dan gugus rantai samping (R). Ketiga gugus ini dapat diidentifikasi
melalui uji spesifik, diantaranya adalah dengan uji ninhidrin, uji Edman, uji
Sanger, dan sebagainya. Selain menggunakan uji spesifik yang berdasarkan ciri
khas reaksi kimia asam amino, asam amino juga dapat diidentifikasi bahkan dapat
dipisahkan dengan menggunakan metode tertentu.
Beberapa
metode analisis asam amino yang dapat digunakan untuk identifikasi dan
pemisahan asam amino adalah metode gravimetric, kalorimetri, mikrobiologi,
kromatografi dan elektroforesis. Salah satu metode yang banyak memperoleh
pengembangan ialah metode kromatografi. Macam-macam kromatografi ialah
kromatografi kertas, krometografi lapis tipis dan kromatografi penukar ion
(Poedjiadi, 1994).
Kromatografi
adalah teknik pemisahan campuran didasarkan atas perbedaan distribusi dari
komponen-komponen campuran tersebut diantara dua fase, yaitu fase diam (padat
atau cair) dan fase gerak (cair atau gas). Dari pengertian tersebut dapat
diketahui bahwa terdapat dua komponen penting dalam kromatografi yaitu fase
diam (padat atau cair) dan fase gerak (cair atau gas).
Kromatografi melibatkan
pemisahan terhadap campuran berdasarkan perbedaan-perbedaan tertentu yang
dimiliki oleh senyawanya. Perbedaan yang dapat dimanfaatkan meliputi kelarutan
dalam berbagai pelarut serta sifat polar. Kromatografi biasanya terdiri dari
fase diam (fase stasioner) dan fase gerak (fase mobile). Fase gerak membawa
komponen suatu campuran melalui fase diam, dan fase diam akan berikatan dengan
komponen tersebut dengan afinitas yang berbeda-beda. Jenis kromatografi yang
berlainan bergantung pada perbedaan jenis fase, namun semua jenis kromatografi
tersebut berdasar pada asas yang sama. (Bresnick, 2004).
Kamis, 29 Maret 2012
LOCAL WISDOM DI INDONESIA
LOCAL
WISDOM DI INDONESIA
I.
PENGERTIAN LOCAL WISDOM
Kearifan Lokal
atau sering disebut Local Wisdom adalah semua bentuk pengetahuan,
keyakinan, pemahaman, atau wawasan serta adat kebiasaan atau etika yang
menuntun perilaku manusia dalam kehidupan di dalam komunitas ekologis (Keraf,
2002). Sedangkan menurut Gobyah, 2009 kearifan lokal didefinisikan sebagai
kebenaran yang telah mentradisi atau ajeg dalam suatu daerah.
Dari kedua
definisi tersebut maka local wisdom dapat diartikan sebagai nilai yang dianggap
baik dan benar yang berlangsung secara turun-temurun dan dilaksanakan oleh
masyarakat yang bersangkutan sebagai akibat dari adanya interaksi antara
manusia dengan lingkungannya.
II.
BENTUK-BENTUK LOCAL WISDOM
Bentuk-bentuk
kearifan lokal dalam masyarakat dapat berupa: nilai, norma, etika, kepercayaan,
adat-istiadat, hukum adat, dan aturan-aturan khusus. Secara substansi kearifan
lokal dapat berupa aturan mengenai:
1. Kelembagaan dan sanksi sosial;
2. Ketentuan tentang pemanfaatan ruang dan
perkiraan musim untuk bercocok tanam;
3. Pelestarian dan perlindungan terhadap kawasan
sensitif;
4. Bentuk adaptasi dan mitigasi tempat tinggal
terhadap iklim, bencana atau ancaman lainnya.
Kamis, 16 Februari 2012
I. KEANEKARAGAMAN HAYATI (BIODIVERSITY) dan II. KLASIFIKASI (CLASSIFICATION)
I.
KEANEKARAGAMAN
HAYATI (BIODIVERSITY)
A.
Pengertian
Keanekaragaman
Hayati
Keanekaragaman
hayati adalah varasi atau perbedaan bentuk-bentuk makhluk hidup, meliputi
perbedaan pada tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme, materi genetik yang di
kandungnya, serta bentuk-bentuk ekosistem tempat hidup suatu makhluk hidup.
B.
Macam
Keanekaragaman
Hayati
1. Keanekaragaman
hayati tingkat ekosistem
Dari semua
variasi yang ada pada setiap tingkat jenis akan mempunyai tempat hidup yang
berbeda, tempat hidup ini akan membentuk ekosistem yang berbeda pula. Contohnya
: kelapa ekosistemnya di daerah pantai, siwalan ekosistemnya di daerah kering,
aren ekosistemnya di daerah rawa.
2. Keanekaragaman
hayati tingkat jenis
Keanekaragaman
yang menyebabkan variasi antarspesies, lebih mudah diamati karena perbedaan
lebih menyolok. Contohnya : variasi famili Palmae antara lain kelapa; siwalan;
aren dan pinang, variasi famili Graminae antara lain padi, gandum, tebu, dan
jagung.
3. Keanekaragaman
hayati tingkat gen
Keanekaragaman
yang menyebabkan variasi antarindividu yang masih berada dalam tingkat spesies
yang sama. Contohnya : kelapa macamnya yaitu kelapa gading; kopyor; hidrid; dan
kelapa hijau, mangga macamnya mangga tali jiwo; gadung; golek; dan arumanis,
padi macamnya padi IR; sedani; wulu; dan kapuas.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)