Fokus pada satu tujuan dan percayalah pada dirimu bahwa kamu mampu meraihnya. You will when you believe.
Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 November 2013

Hakikat Cinta

Dan ku tuliskan janjiku pada diriku sendiri, semua tentang kita semua tentang mimpi-mimpi indah di masa depan yang ku rajut bersama indahnya senja.

Malam ini aku berharap terakhir kalinya aku mengingat semua tentangmu, semua tentang kita, dan semua mimpi di masa lalu. Aku yakinkan dalam hatiku inilah yang mungkin juga kau mau, karna jika hari-hariku terus berlanjut untuk sekedar berimajinasi tentang mimpi yg dlu mungkin juga membuatmu ragu tuk tinggalkanku.

Apa yg terjadi di masa lalu tak akan pernah bisa untuk sekedar berlalu, semua akan terkenang hingga akhir waktuku karna kamu adalah yang pertama namun mungkin bukan yang terakhir untukku karena Yang Maha Cinta lebih tahu apa yg baik untuk kita walau itu berarti tak harus bersama.

Cinta yang Salah

Dulu, iya dulu ketika semua masih baik-baik saja, hubungan ku dengan dia, hubunganku dengan kamu, dan hubungankita ketika itu masih baik-baik saja, tak seperti sekarang yang seharusnya akudan dia saling kenal namun baik dia maupun aku masing-masing di antara kamimenganggap satu sama lain adalah seorang stranger. Memang tidak ada yang salah ketika urusan perasaan harus diutamakan, bahkan logika dan akalpun pasti tak mampu merajai urusan perasaan. Bila boleh menunjuk apa yang salah adalah waktu! Waktu yang membuat aku, kamu, dan dia harus bertemu di saat yang bersamaan yangmenjadikan kisah ini enggan untuk berakhir bahagia.

Kamis, 16 Februari 2012

Tentang Cinta Pertama

Ketika Cinta Pertama Memberi Alasan Untuk Tidak Jatuh Cinta
Untukmu: L.P.K.M.
Tuhan...
Aku percaya setiap rencanamu itu indah. Entah berawal dari kebahagiaan ataupun kesedihan akan berakhir dengan keindahan. Namun terkadang aku juga ragu, entah mengapa tak dapat kulihat sedikitpun keindahan pada rencanamu yang mempertemukanku dengannya. Engkau perlihatkan dia tapi Engkau juga yang tak izinkan dia bersamaku.
Tuhan...
Tahu kah Engkau karena tak sempat aku dan dia bersama ku rasakan rasa sakit yang mendalam? Bahkan sebelum dia pergi dari kisah ini, dia melukiskan rasa sakit yang tiada pernah aku rasakan. Kau memperlihatkan kebersamaannya dengan selain diriku. Bukan itu saja, bahkan Engkau tuliskan kisah yang memilukan antara aku, dia, dan dirinya.
Tuhan...
Mengapa, mengapa harus aku? Kenapa harus aku yang merasakan ini semua? Tak cukupkah derita yang Kau beri? Apakah karena begitu sayangnya Engkau padaku sehingga aku selalu Kau coba, ataukah sebegitu banyak dosa yang ku perbuat sehingga aku harus merasakan rasa sakit ini tuk hapuskan dosaku?
Tuhan...
Aku tahu aku bukanlah hambamu yang beriman, namun jika Kau memberikan satu permintaan yang akan Kau kabulkan, aku akan memohon tolonglah hapuskan rasa cintaku darinya bila memang Kau tak akan pernah izinkan dia tuk bersamaku. Tapi jika masih ada harapan, aku mohon satukanlah kami kelak di alam yang lain.
Tuhan...
Ku tak bisa rasakan cinta yang lain semenjak bertemu dengannya. Begitu banyak hal yang istimewa darinya hingga tiada bisa aku berpaling darinya. Cinta pertama yang ku lalui sungguh memberikan seribu alasan tuk tak jatuh cinta pada yang lain. Karena keistimewaannya dan juga rasa sakit karenanya.